Program Studi D-IV Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta

Beranda » Profil Prodi » Profil Program Studi Diploma-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta

Profil Program Studi Diploma-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta

Arsip

Pendidikan Diploma IV Kebidanan merupakan pendidikan vokasional yang menghasilkan sarjana Sains Terapan dengan beban studi sekurang-kurangnya 140 (seratus empat puluh) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS yang dijadwalkan untuk 2 (dua) semester.
Kurikulum Prodi D-IV Kebidanan terdiri atas Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional. Kurikulum inti adalah Kurikulum yang berpedoman pada keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Kurikulum Institusional yang bepedoman pada keadaan dan kebutuhan lokal serta ciri khas Prodi. Beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa D-IV Kebidanan sesuai dengan Kepmendiknas Nomor 232/U/2000 dengan beban studi sekurang-kurangnya 140 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS.
Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Surakarta pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2013 membuka program transfer (peminatan komunitas dan pendidik). Dalam Kurikulum D-IV Kebidanan ini, pendidikan diselenggarakan selama 2 semester dengan beban studi 46 SKS, terdiri dari: 20 SKS Teori (40%) dan 26 SKS (60%) praktikum, dimana pada jenjang D-III Kebidanan Mahasiswa telah menempuh 110 SKS sehingga total SKS yang ditempuh adalah 110 SKS+46 SKS= 156 (termasuk SKS Muatan lokal). Kompetensi pendukung dan kompetensi lain yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama bidan, ditetapkan oleh institusi penyelenggara pendidikan kebidanan. Sedangkan pada tahun 2014 Prodi D-IV Kebidanan hanya membuka kelas regular dari SMA, dengan jumlah SKS penuh 144 SKS.
1. Visi dan Misi Program Studi
a. Visi
“Menjadi Program Studi Kebidanan yang menghasilkan Sarjana Sains Terapan profesional, unggul dan kompetitif di era global pada tahun 2017”.
b. Misi
1) Melaksanakan pendidikan sarjana sains terapan yang bermutu tinggi, relevan dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta menghasilkan lulusan yang professional, unggul, berorientasi ke depan sesuai dengan perkembangan teknologi, berbudi pekerti luhur, peka budaya, serta mampu memenangkan peluang kerja.
2) Melaksanakan penelitian yang terkait dengan masalah kebidanan.
3) Melaksanakan pengabdian pada masyarakat dengan pendekatan pada pemberdayaan masyarakat.
2. Tujuan
Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka tujuan Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta adalah:
a. Menyelenggarakan pendidikan yang efektif berdasarkan kurikulum institusional dan sesuai dengan standar penjaminan mutu perguruan tinggi (ISO 9001:2008, SPMI) serta menghasilkan lulusan yang professional, unggul, berorientasi ke depan sesuai dengan perkembangan teknologi, berbudi pekerti luhur, peka budaya, serta mampu memenangkan peluang kerja.
b. Terlaksananya penelitian yang terkait dengan masalah kebidanan.
c. Terlaksananya pengabdian pada masyarakat dengan pendekatan pada pemberdayaan masyarakat.
3. Falsafah
Dalam menjalankan perannya bidan memiliki keyakinan yang dijadikan panduan dalam memberikan asuhan. Keyakinan tersebut meliputi :
a. Keyakinan tentang kehamilan dan persalinan. Hamil dan bersalin merupakan suatu proses alamiah dan bukan penyakit.
b. Keyakinan tentang Perempuan. Setiap perempuan adalah pribadi yang unik mempunyai hak, kebutuhan, keinginan masing-masing. Oleh sebab itu perempuan harus berpartisipasi aktif dalam setiap asuhan yang diterimanya.
c. Keyakinan fungsi Profesi dan manfaatnya. Fungsi utama profesi bidan adalah mengupayakan kesejahteraan ibu & bayinya, proses fisiologis harus dihargai, didukung dan dipertahankan. Bila timbul penyulit, dapat menggunakan teknologi tepat guna dan rujukan yang efektif, untuk memastikan kesejahteraan perempuan & janin/bayinya.
d. Keyakinan tentang pemberdayaan perempuan dan membuat keputusan. Perempuan harus diberdayakan untuk mengambil keputusan tentang kesehatan diri dan keluarganya melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) dan konseling. Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga & pemberi asuhan.
e. Keyakinan tentang tujuan Asuhan. Tujuan utama asuhan kebidanan untuk menyelamatkan ibu dan bayi (mengurangi kesakitan dan kematian). Asuhan kebidanan berfokus pada: pencegahan, promosi kesehatan yang bersifat holistik, diberikan dengan cara yang kreatif & fleksibel, suportif, peduli; bimbingan, monitor dan pendidikan berpusat pada perempuan; asuhan berkesinambungan, sesuai keinginan & tidak otoriter serta menghormati pilihan perempuan
f. Keyakinan tentang Kolaborasi dan Kemitraan. Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan, sebagai satu kesatuan fisik, psikis, emosional, social, budaya, spiritual serta pengalaman reproduksinya. Bidan memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya.
g. Sebagai Profesi bidan mempunyai pandangan hidup Pancasila, seorang bidan menganut filosofis yang mempunyai keyakinan didalam dirinya bahwa semua manusia adalah mahluk bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual yang unik merupakan satu kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dan tidak ada individu yang sama.
h. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan dan perbedaan kebudayaan. Setiap individu berhak menentukan nasib sendiri dan mendapatkan informasi yang cukup dan untuk berperan disegala aspek pemeliharaan kesehatannya.
i. Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas.
j. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, yang membutuhkan persiapan sampai anak menginjak masa masa remaja. Keluarga-keluarga yang berada di suatu wilayah/daerah membentuk masyarakat kumpulan dan masyarakat Indonesia terhimpun didalam satu kesatuan bangsa Indonesia. Manusia terbentuk karena adanya interaksi antara manusia dan budaya dalam lingkungan yang bersifat dinamis mempunyai tujuan dan nilai-nilai yang terorganisir.
4. Profil Lulusan
Pendidikan Diploma IV Kebidanan merupakan bagian dari jenjang pendidikan tinggi tenaga kesehatan yang menghasilkan tenaga bidan profesional yang lulusannya mendapat gelar Sarjana Sains Terapan Kebidanan yang mampu berperan sebagai:
a. Pemberi asuhan kebidanan (Care Provider): Pemberi asuhan kebidanan yang mempunyai kemampuan mengaplikasikan asuhan kebidanan dengan memanfaatkan IPTEKS pada ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan Keluarga Berencana & kesehatan reproduksi sesuai siklus hidup perempuan pada kondisi normal, maupun dengan penyulit secara profesional serta mampu berdaptasi dengan berbagai situasi (evidence based) dengan menggunakan manajemen kebidanan pada tatanan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tertier
b. Penggerak Masyarakat (Community Leader): Penggerak masyarakat dalam bidang kesehatan ibu dan anak dengan memanfaatkan IPTEKS melalui upaya promotif, preventif, serta kerjasama lintas program dan lintas sektoral untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia (mampu beradaptasi dengan berbagai situasi).
c. Komunikator (Communicator): Seseorang yang mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan memanfaatkan IPTEKS tepat guna dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mampu beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi.
d. Pendidik (Educator): Pendidik kesehatan yang terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak dengan memanfaatkan IPTEKS, kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat serta memiliki kemampuan preseptorship dan mentorship dengan memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia (mampu beradaptasi dengan berbagai situasi).
e. Pengelola (Manager): Pengelola layanan kesehatan ibu dan anak pada tatanan pelayanan primer, sekunder dan tertier dengan memanfaatkan IPTEKS serta memperhatikan potensi, sosial budaya dan sumber daya lokal yang tersedia (mampu beradaptasi dengan berbagai situasi).
f. Peneliti (Reseacher): Peneliti dalam bidang kebidanan.
5. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi lulusan D IV Kebidanan adalah:
a. Mampu berperilaku profesional, beretika dan bermoral serta tanggap terhadap nilai sosial budaya dalam praktik kebidanan.
b. Mampu melakukan komunikasi efektif dengan perempuan, keluarga, masyarakat, sejawat dan profesi lain dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak dalam pelayanan kebidanan.
c. Mampu memberikan asuhan kebidanan secara efektif, aman dan holistik dengan memperhatikan aspek budaya terhadap ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui, bayi baru lahir, balita dan kesehatan reproduksi pada kondisi normal berdasarkan standar praktik kebidanan dan kode etik profesi.
d. Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan sesuai dengan kewenangannya.
e. Mampu melakukan upaya promotif, preventif, deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan kebidanan
f. Mempunyai kemampuan mengelola kewirausahaan dalam pelayanan kebidanan yang menjadi tanggung jawabnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

@ditya Setyawan

Think Glob@lly, @ct Glob@lly 4 t' Future

papiyonklaten

Cari Pintar WordPress.com weblog

Prodi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surakarta

Unggul, Kompetitif dan Bersaing di pasar Global dengan Unggulan Terapi Komplementer

Oshigita's Page

"My Personal WebBlog"

%d blogger menyukai ini: